PATI, MediaHukumNusantara.com – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Pati terus menggencarkan inovasi pencegahan kebakaran kapal melalui program SI POLA CEKAL (Polisi Polairud Cegah Kebakaran Kapal). Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan dermaga CV. Tritamin, Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Kamis (16/4/2026).
Program tersebut diwujudkan melalui patroli rutin serta pemberian imbauan langsung kepada para pekerja, khususnya yang melakukan aktivitas berisiko tinggi seperti pengelasan, penggerindaan, hingga pengecatan kapal. Langkah ini dinilai penting untuk meminimalisir potensi kebakaran di kawasan pesisir yang padat aktivitas.
Kegiatan patroli dipimpin oleh KBO Satpolairud Polresta Pati Aipda Eko Setiyanto, S.H., bersama sejumlah personel. Mereka menyasar area dermaga yang menjadi pusat aktivitas perbaikan kapal dan pekerjaan panas yang berpotensi menimbulkan percikan api.
Dalam pelaksanaannya, petugas memberikan edukasi kepada para pekerja agar selalu mengutamakan keselamatan kerja. Petugas juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan saat menggunakan peralatan las maupun gerinda, yang rawan memicu kebakaran jika tidak ditangani dengan benar.
Selain itu, petugas juga menekankan agar setiap aktivitas pekerjaan panas wajib dilengkapi dengan alat pemadam api ringan (APAR), karung goni basah, serta alat pompa air (alkon) sebagai langkah antisipasi dini apabila terjadi kebakaran.
Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, S.H., M.M., mengatakan bahwa program SI POLA CEKAL merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga keselamatan di wilayah perairan dan pesisir, khususnya dari ancaman kebakaran kapal.
“Program ini kami lakukan sebagai langkah preventif agar potensi kebakaran kapal bisa ditekan semaksimal mungkin, terutama di kawasan dermaga yang aktivitasnya cukup padat,” ujar Kompol Hendrik.
Ia menambahkan, pihaknya tidak hanya melakukan patroli, tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat pesisir agar lebih peduli terhadap standar keselamatan kerja. Menurutnya, kesadaran pekerja menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya insiden.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin para pekerja benar-benar memahami risiko pekerjaan panas dan pentingnya kesiapan alat pemadam di lokasi kerja,” lanjutnya.
Kompol Hendrik juga menegaskan bahwa kegiatan patroli dan imbauan akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah pesisir Juwana.
“Kami akan terus hadir di tengah masyarakat, memastikan aktivitas berjalan aman serta memberikan rasa nyaman bagi para pekerja maupun pemilik usaha di kawasan dermaga,” pungkasnya.
(Zae/Hms)
