Polresta Pati Terjunkan 843 Personel, Amankan Aksi BRIS di Alun-Alun Simpanglima dengan Pendekatan Humanis

 

PATI, Mediahukumnusantara.comPolresta Pati menerjunkan sebanyak 843 personel untuk mengamankan kegiatan aksi penyampaian pendapat di muka umum yang digelar oleh Barisan Rakyat Indonesia Sejahtera (BRIS). Aksi tersebut berlangsung di kawasan Alun-Alun Simpanglima Pati pada Selasa (23/6/2026) dengan pengawalan ketat namun tetap mengedepankan ketertiban umum.

Pengamanan dilakukan secara terukur dengan strategi utama yang mengutamakan pendekatan persuasif dan humanis. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kebebasan berpendapat dapat dijalankan tanpa mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat sekitar lokasi aksi.

Sebelum pelaksanaan pengamanan dimulai, seluruh personel yang terlibat mengikuti apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, S.H., S.I.K., M.Si. Apel ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memastikan kesiapan mental serta fisik setiap anggota dalam menjalankan tugas.

Personel ditempatkan di sejumlah titik pengamanan strategis, mulai dari ring satu hingga ring tiga. Penyebaran posisi ini guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif, serta mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama aksi berlangsung.

Dalam skema pengamanan tersebut, Polresta Pati menempatkan Tim Negosiator sebagai garda terdepan yang bertugas melakukan komunikasi dan pendekatan persuasif kepada para peserta aksi. Langkah proaktif ini dilakukan untuk membangun dialog yang baik sehingga aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan tertib dan damai.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi mengatakan bahwa seluruh personel telah diinstruksikan untuk mengedepankan pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan pengamanan aksi. Ia menekankan bahwa kehadiran polisi di lapangan adalah untuk memfasilitasi hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat.


"Pengamanan ini pada prinsipnya adalah pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan aman, tertib, dan tetap menghormati hak-hak pihak lain," ujar Kombes Pol Jaka Wahyudi seraya menegaskan komitmen Polri terhadap dialog terbuka.

Ia juga menjelaskan bahwa Dalmas Inti dan Dalmas PHH tidak ditampilkan secara terbuka di depan massa, melainkan disiagakan sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan. "Dalmas Inti dan Dalmas PHH tidak kami tampilkan di depan. Mereka berada dalam posisi siaga dan hanya akan digerakkan apabila situasi benar-benar memerlukan. Pendekatan kami tetap humanis dan proporsional," jelasnya.

Lebih lanjut, Kombes Pol Jaka Wahyudi mengingatkan seluruh personel agar menghindari sikap arogan dan overacting selama bertugas. "Saya tekankan kepada seluruh personel untuk bersikap simpatik, humanis, dan profesional. Tugas kita adalah memberikan pelayanan terbaik serta menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif," pungkas Kapolresta Pati.


(Zae)


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال