Boyolali, MediaHukumNusantara.com – Komandan Wing Pendidikan (Danwingdik) 400/Matukjur, Kolonel Pas Heru Widodo, hadir secara langsung dalam Upacara Tradisi Pembaretan siswa Skadron Pendidikan (Skadik) 404 Wingdik 400/Matukjur. Acara yang berlangsung khidmat ini diselenggarakan di Embung Manajar, Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, pada Rabu (8/7/2026). Kehadiran pimpinan wing pendidikan tersebut menandai pentingnya momen transisi bagi para siswa yang telah menyelesaikan tahap pendidikan dasar mereka.
Tradisi pembaretan kali ini diikuti oleh total 82 siswa yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan Polisi Militer TNI Angkatan Udara. Rincian peserta terdiri atas 9 siswa dari Sekolah Dasar Kecabangan (Sesarcab) Pom TNI AU Angkatan ke-29, 28 siswa dari Sekolah Kejuruan Bintara (Sejurba) Pom TNI AU Angkatan ke-44, serta 45 siswa dari Sekolah Kejuruan Dasar Tamtama (Sejursarta) Pom TNI AU Angkatan ke-60. Keberagaman angkatan ini menunjukkan kesinambungan proses regenerasi dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Puspomau.
Dalam rangkaian acara yang penuh makna tersebut, terjadi momen istimewa berupa penganugerahan Lencana Kehormatan Polisi Militer Angkatan Udara kepada Danwingdik 400/Matukjur, Kolonel Pas Heru Widodo. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya, beliau juga resmi diangkat sebagai Warga Kehormatan Polisi Militer TNI Angkatan Udara. Penghargaan serupa juga diberikan kepada Komandan Lanud Adi Soemarmo, Marsma TNI Henri Ahmad Badawi, S.M., M.M., M.Han., atas dukungan nyata terhadap pembinaan institusi Polisi Militer.
Upacara dipimpin langsung oleh Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Udara (Danpuspomau), Marsda TNI Daan Sulfi, S.Sos., M.Si., M.Han. Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk perwakilan dari Puspomau, jajaran pejabat Lanud Adi Soemarmo, serta pejabat struktural di lingkungan Wingdik 400/Matukjur. Kehadiran para petinggi militer ini menegaskan tingkat prioritas dan perhatian serius terhadap kualitas lulusan pendidikan Polisi Militer.
Dalam amanatnya, Danpuspomau menekankan bahwa tradisi pembaretan bukan sekadar seremoni formalitas, melainkan tonggak historis kelahiran prajurit Polisi Militer TNI AU yang sejati. Ia menjelaskan bahwa para siswa telah ditempa melalui proses pembentukan karakter yang ketat, penanaman disiplin tinggi, penguasaan kemampuan teknis, serta ketangguhan mental dan fisik. Baret biru yang kini disandang merupakan simbol kehormatan, tanggung jawab, loyalitas, dan pengabdian yang wajib dijaga sepanjang karir kemiliteran mereka.
Marsda TNI Daan Sulfi juga menyampaikan pesan moral agar seluruh siswa senantiasa menjunjung tinggi integritas dan meningkatkan profesionalisme dalam setiap tugas. Ia menginstruksikan agar para prajurit baru ini memelihara disiplin, memperkuat soliditas antar-rekan, serta selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Pesan ini menjadi pedoman utama dalam menjalankan tugas pengawalan, penegakan disiplin, dan penyelidikan kriminal di lingkungan TNI Angkatan Udara.
Menutup sambutannya, Danpuspomau mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah resmi menyandang baret Polisi Militer TNI Angkatan Udara. Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelatih, instruktur, dan seluruh panitia penyelenggara yang telah menyukseskan rangkaian pendidikan dan tradisi pembaretan ini dengan aman, tertib, dan lancar. Keberhasilan acara ini menjadi bukti nyata sinergi dan komitmen bersama dalam mencetak prajurit Polisi Militer yang unggul dan berintegritas.
(Luwadi)


