PATI, Mediahukumnusantara.com – Polsek Sukolilo menggelar Esport Competition Polresta Pati tingkat Polsek Sukolilo dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Sukolilo, Minggu (7/6/2026), diikuti sebanyak 104 peserta yang berasal dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Sukolilo.
Turnamen mempertandingkan dua cabang gim elektronik yang populer di kalangan generasi muda, yakni Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) dan Free Fire. Sebanyak 14 tim mengikuti kategori MLBB, sedangkan kategori Free Fire diikuti 12 tim yang bertanding mulai babak penyisihan, semifinal hingga final.
Kapolresta Pati melalui Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan, S.H., M.M. mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Polda Jawa Tengah dan Polresta Pati dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus menjadi sarana pembinaan generasi muda melalui kegiatan yang positif dan produktif.
“Esport saat ini telah berkembang menjadi olahraga elektronik yang memiliki banyak peminat, khususnya di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan sportivitas dalam sebuah kompetisi yang sehat,” ujar AKP Sahlan.
Menurutnya, Polri tidak hanya hadir dalam tugas penegakan hukum dan menjaga keamanan masyarakat, tetapi juga mendukung pengembangan potensi anak muda melalui berbagai kegiatan yang edukatif. Kompetisi esport menjadi salah satu wadah yang dapat menyalurkan minat dan bakat peserta secara terarah.
AKP Sahlan menjelaskan bahwa turnamen tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan pendekatan yang lebih dekat dan humanis, diharapkan tercipta komunikasi yang baik antara kepolisian dan masyarakat.
“Kami berharap para peserta tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga mampu menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, kerja sama tim, serta menghormati lawan. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi seluruh peserta, panitia, serta Forkopimcam Sukolilo yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan bahwa esport dapat menjadi sarana positif dalam membangun karakter generasi muda.
“Kami melihat semangat dan antusiasme yang luar biasa dari para peserta. Ini menjadi bukti bahwa anak-anak muda di Sukolilo memiliki potensi yang besar apabila diberikan wadah dan kesempatan untuk berkembang secara positif,” tambahnya.
Dalam kompetisi tersebut, tim SKANIGAKU berhasil meraih juara pertama kategori Mobile Legends, disusul MAS WAIS GANTENG sebagai juara kedua dan THE BRID GE di posisi ketiga. Sementara pada kategori Free Fire, tim SATU DUA keluar sebagai juara pertama, ANTRAXS sebagai juara kedua, dan KUNTUSHUL menempati posisi ketiga.
AKP Sahlan berharap para juara tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kemampuan karena jenjang kompetisi yang lebih tinggi masih menanti. Ia menilai ajang yang digagas Polda Jawa Tengah ini dapat menjadi motivasi bagi para pemain muda untuk berprestasi di tingkat yang lebih luas.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat melahirkan talenta-talenta esport yang mampu membawa nama baik daerah serta menjadi contoh bagi generasi muda lainnya dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Kegiatan yang dihadiri para kanit, kasi, personel Polsek Sukolilo, panitia penyelenggara, dan peserta lomba tersebut berakhir pada pukul 11.45 WIB. Acara ditutup dengan penyerahan trofi, piagam penghargaan, dan hadiah kepada para juara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar dalam pengamanan personel Polsek Sukolilo.
(Zae)

